Kairo, Kelompok berpengaruh di Mesir, Ikhwanul Muslimin mencabut seruannya untuk menggelar unjuk rasa damai di seantero Mesir guna memprotes film amatir 'Innocence of Muslims' yang telah merendahkan Islam dan Nabi Muhammad. Mereka menyatakan hanya akan berpartisipasi dalam unjuk rasa secara 'simbolis'.
"Menyoroti peristiwa yang terjadi dalam 2 hari terakhir, Ikhwanul memutuskan untuk hanya berpartisipasi dalam unjuk rasa simbolis di Lapangan Tahrir, sehingga tidak akan ada lagi aksi pengrusakan properti, atau korban luka, atau korban tewas, seperti yang terjadi sebelumnya," ujar Sekjen Jenderal Ikhwanul Muslimin, Mahmud Hussein, dalam pernyataannya yang dilansir AFP, Jumat (14/9/2012).
Sebelumnya pada Kamis (13/9) waktu setempat, Ikhwanul Muslimin Mesir menyerukan aksi demo nasional untuk memprotes film 'Innocence of Muslims'. Dalam pernyataannya, Mahmud Hussein menyerukan seluruh umat muslim di Mesir untuk menggelar unjuk rasa damai pada Jumat (14/9) waktu setempat.
"Aksi demo damai pada Jumat, 14 September di semua masjid-masjid utama di seluruh provinsi Mesir guna mengecam penghinaan agama dan Nabi," tuturnya. Hussein juga menyerukan semua kekuatan bangsa untuk bergabung dalam aksi protes tersebut.
Namun nampaknya, Ikhwanul khawatir sejumlah unjuk rasa akan berujung bentrokan dan memakan korban jiwa. Sebab, hari ini saja bentrokan antara demonstran dan polisi dilaporkan kembali terjadi di luar kantor Kedubes AS di Kairo, Mesir. Para demonstran melempari polisi dengan batu yang kemudian dibalas dengan tembakan gas air mata.
Para demonstran yang sebagian besar masih remaja ini, bergerak mendekati Kedubes AS di Kairo dalam kelompok-kelompok kecil. Mereka bahkan tak segan melempar batu ke arah polisi yang mencoba menghadang mereka. Jalanan di sekitar kantor Kedubes AS yang ada di tengah kota Kairo ini pun dipenuhi batu dan kerikil.
Film 'Innocence of Muslims' memicu sejumlah unjuk rasa di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara. Kantor-kantor kedubes AS di Mesir, Libya, Yaman, Iran dan Tunisia diserbu demonstran bahkan hingga memakan korban jiwa. Duta Besar AS di Libya, Christopher Stevens, beserta 3 staf diplomatiknya tewas akibat serbuan demonstran di Benghazi, Libya. Sedangkan 4 demonstran di Yaman tewas terkena tembakan aparat polisi yang berusaha membubarkan massa.
Sementara di Mesir, pada Kamis (13/9), dilaporkan sekitar 224 orang luka-luka akibat bentrokan antara demonstran dan polisi di luar Kedubes AS. Dari jumlah tersebut, 8 orang di antaranya masih harus dirawat di rumah sakit hingga sekarang (www.detik.com)
Jumat, 14 September 2012
Ikhwanul Muslimin Mesir Cabut Seruan Demo atas 'Innocence of Muslims'
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar